Gambar AI dipakai sebarkan misinformasi terkait penembakan Pantai Bondi Australia

Setelah penembakan massal di Pantai Bondi di Sydney, Australia, beredar gambar yang diklaim menunjukkan tangkapan layar akun Facebook pelaku penyerangan bernama "David Cohen" dari Israel. Namun, gambar tersebut memperlihatkan sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri konten AI. Media Australia telah mengidentifikasi terduga pelaku penembakan sebagai Sajid Akram dan putranya yang bernama Naveed.

"Profil Facebook pelaku penembakan pantai Bondi bocor sebelum dihapus. Nama aslinya adalah David Cohen dan dia beragama Yahudi, berasal dari Israel," tulis postingan Facebook yang dibagikan pada tanggal 16 Desember 2025. 

Tangkapan layar pada unggahan seolah-olah menunjukkan akun Facebook milik seseorang bernama David Cohen. Terdapat tulisan berbahasa Inggris pada gambar tersebut yang artinya: "Profil Facebook milik penembak di Pantai Bondi bocor sebelum dihapus. Nama aslinya adalah David Cohen dan ia adalah seorang Yahudi dari Israel!"

Sebanyak 15 orang tewas dan 42 lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat penembakan yang terjadi di Kota Sydney, Australia (tautan arsip).

Polisi mengatakan salah satu pelaku adalah seorang ayah berusia 50 tahun yang berkewarganegaraan India dan telah tinggal di Australia selama beberapa puluh tahun (tautan arsip). Ia tewas dalam baku tembak dengan polisi. 

Sementara satu penembak lainnya adalah anak laki-lakinya yang berusia 24 tahun dan memiliki paspor Australia. Ia juga tertembak dan masih dirawat di rumah sakit dengan penjagaan ketat polisi.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut penyerangan itu merupakan “tindakan kejahatan murni, tindakan antisemitisme, tindakan terorisme di negeri kita."

Image
Tangkapan layar postingan salah yang diambil pada 18 Desember 2025, dengan tanda X merah yang telah ditambahkan oleh AFP

Postingan dengan klaim yang sama juga beredar dalam bahasa Inggris, Thailand, dan Burma, meskipun media Australia telah mengumumkan pada tanggal 15 Desember bahwa pelaku penembakan bernama Sajid Akram dan putranya Naveed.

Setelah siuman dari koma pada 17 Desember, Naveed dijerat dengan 15 tuduhan pembunuhan, melakukan "tindakan teroris" dan memasang bom dengan maksud untuk melukai (tautan arsip).

Tidak ada laporan resmi bahwa Naveed memiliki nama alias "David Cohen".

Selain itu, ada beberapa indikasi bahwa tangkapan layar profil Facebook pada postingan yang beredar adalah hasil buatan AI.

Saat diperiksa menggunakan alat deteksi veraAI, yang tersedia dalam Verification Plugin, yang juga dikenal sebagai InVID-WeVerify, gambar tersebut dinyatakan memiliki "bukti kuat" sebagai konten sintetis.

Image
Tangkapan layar yang menunjukkan hasil dari alat deteksi veraAI

Analisis lebih mendalam dari gambar itu juga menunjukkan beberapa elemen yang tidak konsisten dengan halaman akun Facebook asli, yang mengindikasikan bahwa gambar tersebut adalah konten buatan AI.

Beberapa kejanggalan pada tangkapan layar profil Facebook tersebut antara lain kesalahan ejaan pada beberapa kata. Misalnya kata "People" dan "Engage" yang dieja dengan tidak tepat. Juga teks pada tombol "Add a new friends" yang biasanya berwarna biru dan terletak di pojok kanan atas halaman akun.

Image
Tangkapan layar gambar AI dengan beberapa inkonsistensi dan kesalahan yang telah ditandai oleh AFP

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami