
Video ini menunjukkan PM Israel Netanyahu bicara soal vaksin Covid-19 dirinya
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 20/05/2021 pukul 11:35
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Malaysia, AFP Indonesia
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 13 Mei 2021 dan telah ditonton lebih daripada 400 kali.
Di video berdurasi 44 detik itu, Netanyahu terlihat berbicara kepada kamera sambil menunjukkan beberapa barang di dalam kotak pajangan, termasuk sebuah jarum suntik.
Keterangan unggahan itu berbunyi: “Netanyahu berkata didepan kamera :
“‘Pertama kita membunuh muslim dengan peluru, lalu dengan rudal, kemudian dengan vaksin’.
“Semakin Terang Terbuka…
Laa Quwwata Illah Billah…”

Tangkapan layar cuitan menyesatkan, diambil tanggal 20 Mei 2021
Video itu disebarkan di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas sejak 10 Mei 2021, yang telah menewaskan lebih dari 200 orang, kebanyakan dari mereka adalah warga Palestina yang tertembak roket Israel, AFP melaporkan di sini.
Video itu telah ditonton lebih dari 4,700 kali setelah muncul dengan klaim serupa di Twitter di sini, di sini, dan di sini; di Facebook di sini, di sini, dan di sini; serta di TikTok di sini.
Video tersebut juga muncul dengan klaim serupa dalam bahasa Arab di sini dan juga dalam bahasa Malaysia di sini di Facebook, di sini di Instagram dan di YouTube di sini.
Akan tetapi, klaim tersebut salah.
Pencarian gambar terbalik di Yandex, diikuti pencarian di Google, menemukan video ini yang diunggah di akun Instagram resmi Netanyahu pada tanggal 18 Januari 2021. Keterangan postingan itu berbunyi: “Dengarlah sebuah cerita.”
Berikut adalah perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Instagram Netanyahu (kanan):

Perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Instagram Netanyahu (kanan)
Netanyahu juga mengunggah video yang sama di Facebook di hari itu juga.
Seorang jurnalis AFP yang fasih berbahasa Ibrani menerjemahkan ucapan Netanyahu di video berdurasi 44 detik tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa Netanyahu tidak menyebutkan soal “membunuh muslim”, seperti yang diklaim dalam unggahan-unggahan sesat.
Sembari menunjuk ke sebuah benda pajangan, perdana menteri Israel berkata: “Dengarkan cerita ini. Setiap kali ada tamu asing, saya menunjukkan mata panah ini, sebuah tiruan mata panah Romawi yang dipakai di pertempuran Yodfat. Yodfat adalah benteng Galilea pertama yang ditaklukkan Romawi, menyusul kemudian Gamla dan Yerusalem. Betapa dahsyat kerusakannya. Lalu saya bilang ke tamu-tamu itu bahwa kaum Romawi tidak lagi ada di sini. Namun mata panah mereka tersimpan di sini.”
Selanjutnya, Netanyahu menunjuk sebuah model rudal Israel bernama Arrow di kotak pajangan yang sama. “Inilah panah kami,” katanya, “panah paling canggih di dunia.”
Netanyahu kemudian menunjuk ke kotak lain yang memajang sebuah jarum suntik dan berkata: “Sekarang, saya tunjukkan kepada mereka sebuah benda lain. Sejenis panah yang lain. Inilah jarum yang menyuntikkan vaksin kepada saya, satu dari jutaan vaksin yang sudah kami beli untuk Israel. Kami akan menjadi negara pertama di dunia yang keluar dari [krisis] coronavirus. Dengan iman, semuanya mungkin.”
Haaretz, surat kabar Israel, menerbitkan laporan ini tentang video Netanyahu pada tanggal 18 Januari 2021, dengan judul: “Netanyahu Memajang Jarum Suntik Dari Vaksin Virus Coronanya di Kantornya.”
Laporan itu menyatakan: “Di atas alas kayu kotak pajangan jarum suntik itu, ada plakat yang bertuliskan kutipan Netanyahu pada hari [ia mendapat vaksin] itu: ‘Satu suntikan kecil untuk seseorang, satu langkah raksasa untuk kesehatan kita semua.’”
Netanyahu menerima vaksin Covid-19 pada tanggal 19 Desember 2020, yang juga menandai mulainya kampanye vaksinasi nasional di Israel, AFP melaporkan di sini.
Setelah memberikan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech kepada hampir lima juta penduduknya, atau hampir setengah dari populasi, Israel menandatangani perjanjian dengan perusahaan farmasi multinasional Pfizer pada tanggal 19 April 2021 untuk membeli lagi jutaan dosis vaksin.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami