
Foto memperlihatkan peti mati simbolis yang dibawa demonstran saat unjuk rasa di Tel Aviv pada bulan September
- Diterbitkan pada hari 29/10/2024 pukul 06:49
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Meksiko
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Zionis bisa melakukan apa saja untuk menutupi kematian pasukannya di Gaza dan Lebanon," tulis keterangan foto yang diunggah di X pada tanggal 19 Oktober 2024.
"Namun, kematian tetap lah kematian.. Awal dari Kehancuran. Kesyahidan bagi Para Pejuang Islam dan Kemanusiaan adalah Anugerah Tak Ternilai dan Awal dari Kemenangan.. Mati Satu Tumbu Seribu," lanjut keterangan pada unggahan tersebut.
Foto tersebut memperlihatkan deretan benda yang tampak seperti peti mati yang ditutupi dengan bendera Israel.

AFP menemukan foto ini juga menyebar dengan klaim yang sama dalam bahasa Indonesia di Facebook. Klaim yang sama juga menyebar dalam bahasa Spanyol.
Postingan ini mulai beredar setelah Israel mengumumkan dimulainya serangan darat untuk memburu anggota kelompok Hizbullah di kota-kota bagian selatan Lebanon (tautan arsip).
Serangan darat ini diumumkan setelah Israel melakukan rentetan pengeboman terhadap anggota Hizbullah di Lebanon, mengakibatkan lebih dari 1.000 orang tewas di berbagai penjuru negara itu, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Israel beralasan bahwa pihaknya berusaha menghentikan penembakan yang dilakukan Hizbullah yang membuat puluhan ribu warga mereka di perbatasan meninggalkan rumah untuk mengungsi. Pihak Israel berdalih mereka ingin membuat para pengungsi dapat kembali ke rumah mereka.
Namun, foto yang beredar di media sosial tidak ada hubungannya dengan konflik antara Israel dan Hizbullah.
Foto unjuk rasa di Israel
AFP tidak bisa melacak sumber asli dari foto tersebut. Namun, pencarian gambar terbalik di Google mengarahkan pada beberapa artikel di internet dan postingan di X yang membagikan gambar-gambar yang identik dengan foto yang beredar di unggahan salah (tautan arsip di sini, sini, dan sini). Gambar tersebut dibagikan oleh media pada September 2024.
Teks dalam artikel-artikel tersebut menyebut bahwa aksi unjuk rasa dilakukan pada tanggal 5 September di depan gedung Kementerian Pertahanan di Tel Aviv. Para demonstran juga menempatkan 27 peti mati simbolis yang dibalut dengan bendera Israel untuk mengenang para sandera yang tewas setelah diculik Hamas saat serangan pada 7 Oktober 2023.
AFP juga telah mengabadikan gambar demonstrasi tersebut di Tel Aviv.
Dalam foto yang diambil AFP, terlihat beberapa kesamaan dengan foto yang beredar dengan klaim salah, misalnya beberapa pesarta yang sama dan gedung-gedung sekitar.
Berikut perbandingan antara foto yang beredar dengan klaim salah (kiri) dan foto yang diabadikan AFP (kanan); bagian-bagian yang sama telah dilingkari oleh AFP:

Selain itu, dalam unggahan mereka yang terbaru di X pada 2 Oktober 2024, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan bahwa delapan tentara mereka tewas di Lebanon sejak operasi tersebut dilaksanakan (tautan arsip).
AFP tidak menemukan adanya laporan di media, situs militer Israel, ataupun akun-akun media sosial lainnya milik militer Israel (di X, Facebook ataupun Instagram) terkait 27 tentara Israel yang tewas seperti jumlah peti mati dalam foto.
AFP sebelumnya telah membantah berbagai misinformasi terkait konflik di Timur Tengah di sini, sini, dan sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami